DIABETES MELLITUS
—Diabetes mellitus (DM) (dari kata Yunani διαβαίνειν, diabaínein, "tembus" atau "pancuran air", dan kata Latin mellitus, "rasa manis") yang umum dikenal sebagai kencing manis adalah penyakit yang ditandai dengan hiperglisemia (peningkatan kadar gula darah) yang terus-menerus dan bervariasi.



Sumber lain menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan diabetes mellitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron.
Kadar gula darah normal adalah 80-120 mg/dl (pada kondisi puasa), 100-180 mg/dl (2 jam sesudah makan), dan 100-140 mg/dl (pada kondisi istirahat/tidur).



Sumber lain menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan diabetes mellitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron.
Kadar gula darah normal adalah 80-120 mg/dl (pada kondisi puasa), 100-180 mg/dl (2 jam sesudah makan), dan 100-140 mg/dl (pada kondisi istirahat/tidur).
Klasifikasi Diabetes Mellitus
—Diabetes mellitus tipe 1 : adanya kerusakan sel β pankreas ( sel penghasil insulin ) pada pankreas , umumnya menjurus pada kekurangan insulin absolut / mutlak, penyebabnya adalah : auto imun dan idiopatik.
—Diabetes mellitus tipe 2 : penyebabnya bervariasi yang terutama adalah resistensi insulin ( jumlah insulin banyak, tetapi tidak dapat berfungsi ) dapat juga disertai kekurangan insulin relatif, gangguan produksi ( sekresi ) insulin.
—Diabetes mellitus gestasional : kondisi diabetes sementara yang dialami selama masa kehamilan.
Mekanisme Terjadinya Diabetes Mellitus
Mekanisme Terjadinya Diabetes Mellitus
sel β pulau langerhans pada pankreas tdk mampu memproduksi hormon insulin ( dalam jumlah cukup )
kuantitas dan kualitas insulin yang diproduksi tidak sesuai dengan kebutuhan metabolisme glukosa.
sebagian besar glukosa didalam darah tidak dapat masuk kedalam sel jaringan tubuh untuk proses metabolisme.
